Sisi Lain Kota Bandung: Potret Kehidupan Kampung Jurang


Bandung adalah Kota Besar yang Sedang Mengalami Kemajuan

Siapa yang tidak kenal kota Bandung?, ibu kota provinsi Jawa Barat yang memiliki julukan kota kembang. Semua masyarakat Indonesia secara umum atau barangkali semuanya mengenal kota ini sebagai salah satu kota besar di Indonesia.  Kota ini juga merupakan kota yang bergerak menuju kota yang berorientasi pada sistem smart city guna meningkatkan kebesarannya. Bahkan, tidak bisa kita pungkiri, kota Bandung mengalami kemajuan yang begitu terlihat pasca kepemimpinan wali kota yang sekarang. Kemajuan itu dibuktikan dengan kembali diraihnya piala adipura yang sudah lama mangkir, indeks kebahagiaan warga yang meningkat, penghargaan tinggi dari KPK atas upaya pemberantasan Korupsi, kualitas birokrasi dengan sudah berindeks A bersama-sama dengan Yogyakarta, hingga terakhir mendapatkan penghargaan sebagai kota design dari organisasi internasional UNISCO. Namun, apakah kebesaran dan kemajuan kota Bandung ini memiliki arti bahwa semua masyarakatnya telah sejahtera?.

Perjalanan ke Jalan Jurang, Bandung

Kami mencoba observasi melakukan kunjungan secara langsung ke salah satu daerah di kota Bandung, yaitu Jalan Jurang. Di Jalan Jurang kampung yang kami jadikan sasaran observasi adalah RT 05 dan RW 06. Kami masuki kampung tersebut, melewati jalan setapak dan kami lihat macam-macam keadaan. Kami lihat rumah-rumah masyarakat menengah ke atas , kontrakan-kontrakan, dan kami juga melihat masih ada rumah–rumah bilik atau kayu yang sudah tua seperti tidak layak pakai. Ketika tiba di lokasi, hal selanjutnya yang kami lakukan adalah mencari masyarakat yang bisa kami ajak wawancara sebagai representatif dalam menggambarkan kampung tersebut seperti apa.

Dua di antara rumah di Jalan Jurang | taken by Bagas

Dua di antara rumah di Jalan Jurang | taken by Bagas

 

Wawancara dengan Masyarakat di Jalan Jurang

Kita temukan salah seorang masyarakat yang sedang berada di luar 20160409_110042rumah kayunya. Lalu kami mengajaknya wawancara tentang kehidupannya sebari cerita tentang keadaan kota Bandung dan lingkungannya di sekitar kampung tersebut. Seseorang yang kami temui saat itu adalah bapak Ating. Di samping Pak Ating, kami juga mengunjungi ketua RT-nya, yaitu Bu Euis. Keduanya kami kunjungi sebagai representatif pengakuan masyarakat jalan jurang.

Bapak Ating banyak menceritakan tentang bagaimana keadaan sosial ekonomi masyarakat di sana. Beliau mengatakan bahwa masyarakat di jalan jurang memiliki keadaan ekonomi yang heterogen ada yang kaya dan ada juga yang masih miskin. Disinggung tentang bagaimana keadaan sosial masyarakatnya beliau mengungkapkan bahwa sedikit diantara mereka yang memiliki kekayaan mau merangkul yang miskin. Mengenai birokrasi beliau mengatakan bahwa untuk sekarang lebih mudah pengurusannya, misalnya mengurus KTP dan hal lain sebagainya. Beliau juga pernah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Beralih kepada kemajuan kota Bandung yang saat ini banyak mendapat penghargaan. Beliau mengatakan memang Bandung itu maju, namun belah mana dulu. Kita tidak bisa hanya melihat dari sisi pusat kotanya saja. Beliau juga mengatakan perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil belum sepenuhnya terasakan. Bahkan sempat kami dengar dari beliau “… bukan hanya ngomong saja, ngomong baik yah di forum, hukum ini hukum itu di ceramah. Tidak kami rasakan dek realisasinya …”. beliau juga menyampaikan harapannya bahwa bagi para pemuda khususnya pemangku pendidikan  lebih memerhatikan kembali value yang dipegang oleh masyarakat indonesia “kalau di sunda mah kan, silih asah dan silih asuh, nyaah kasasaha.” Terutama ketika nanti menempati posisi strategis seperti pemerintahan.

Selain pak Atang, Bu. Euis sebagai RT 05 di kampung sekitar Jalan Jurang juga mengungkapkan keadaan sosial ekonomi masyarakatnya. Sebelum melangkah ke pembicaraan mengenai sosial ekonomi beliau mengungkapkan bahwa sebenarnya masyarakat di kampungnya secara umum untuk sekarang adalah pendatang, beliau mengutarakan bahwa bisa dihitung jari jumlah keluarga yang asli domisili. Bahkan beliau mengungkapkan bahwa RT yang di diami oleh 275 orang (yang terdaftar) ini terdapat lebih dari 100 orang yang tidak terdaftar. Mereka yang tidak terdaftar biasanya adalah pengontrak yang datang dan pergi tanpa mendaftar atau lapor ke pihak RT/RW setempat.

20160409_11532920160409_111824

Bu Euis mengatakan bahwa kondisi masyarakatnya tidak sama satu dengan yang lainnya dengan keadaan secara umu menegah ke bawah. Mengenai kondisi sosial dan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan RT beliau mengatakan “alhamdulilLah sih di sini mah, kalau gotong royong ada, kalau ada iuran pada ngasih. Cuman yang kaya tuh kadang ngasihnya teh sama saja kayak yang biasa. Masa cuman ngasih lima ribu sama saja we sama kita itu mah”. Soal keamanan di kampung ini cukup baik dibuktikan dengan banyaknya motor yang disimpan di teras tidak hilang (kalau dikunci motornya). Pendidikan masyarakat di kampung ini secara umum adalah SMA, masih sedikit yang dapat mengenyam pendidikan tinggi. Kondisi kebersihan sesuai yang kita lihat di foto tidak terlihat berserakan sampah di sana, beliau mengatakan karna suka ada gotong royong bersih bareng-bareng.

Kami juga bertanya mengenai birokrasi yang ada dan respons terhadap pemerintah dalam menunjang kehidupan masyarakat terutama di kampung tersebut. Beliau mengungkapkan bahwa birokrasi sebenarnya telah mengalami perbaikan. Kepengurusan yang sifatnya berkas, KTP, dan lain sebagainya sudah dirasakan baik. Lalu bertanya mengenai program 100 juta tiap RW, lalu beliau mengungkapkan bahwa bantuan tersebut kebanyakan dalam bentuk barang yang dibutuhkan. Namun uang tersebut tidak langsung ke RW namun melalui pihak pemerintah desa. Karena bantuan yang diterima pun tidak langsung ke pihak RW maka terdapat peran pihak desa juga dalam pengelolaannya. Beliau menyampaikan keluh kesah bahwa sistem yang diterapkan pihak desa membuat mereka tidak puas. Yaitu mengenai pengelolaan bantuan yang dirasakan tidak puas ketika sampai ke pihak kampung.

Pelajaran yang Aku Dapatkan

Hal yang paling ku ingat dalam kunjungan ini adalah ucapan dari pak Ating. Quote beliau yang “… bukan hanya ngomong saja, ngomong baik yah di forum, hukum ini hukum itu di ceramah. Tidak kami rasakan dek realisasinya …” inilah yang menempel di pikiranku hingga saat ini. Ini mengajarkan kita bahwa sekecil apa pun aksi positif dapat mengalahkan berjuta-juta teori tanpa aplikasi. Kita sering berbicara solusi di forum, konferensi, bahkan beliau menyinggung hingga seorang yang ceramah pun tahu tapi berapa di antara mereka yang merealisasikannya. Hal ini mudah-mudahan terus saya ingat agar terus menggerakkan ku agar berteori dengan aksi.

Begitu kompleks permasalahan masyarakat, tak seperti membalikkan telapak tangan. Mungkin sebagian dari pihak pemerintah sudah mengoptimalkan, namun sebagian mereka juga ada yang berperan menjadi oknum yang menghambat keoptimalan program. Di antara sebagian masyarakat sudah baik dalam mengoptimalkan bantuan yang diterimanya, namun di antara sebagiannya lagi ada yang menyalahgunakan bantuan tersebut sehingga ditempatkan tidak semestinya. Hal ini memberikan kesimpulan pada saya bahwa saling menyalahkan bukan solusi karena hal ini memang pasti terjadi. Yang ada apakah kita mau menekannya atau malah membuatnya lebih kacau. Sehingga yang harus kita lakukan adalah terus berbuat solusi dari sekecil apa pun dan teruslah menginspirasi orang lain agar melakukan yang serupa sehingga solusi hadir dari setiap pihak.

Rule Your Life


Life is a something that has condition. The condition has a lot probability, very good, good, nothing special, bad, and so bad. The condition has a some probability because the condition depends on ruler that is you as executor and Allah Ta’ala (our God) as determiner. No matter what happens, these probabilities will happen and are gotten by you. So, you must pay attention to those aspects.

This has to be raised by Islam as a religion of perfect and flawless. I remembered ayat of Al-Qur’an that is QS. Al-Hashr 18th ayat Baca lebih lanjut

Complex Love system


Once upon I opened letter of graduated and I accepted by a good senior high school. I was very happy because could accepted in its educational institutions. I enjoyed my activity as student as well as another students. Untill I found a someone who is special for me. When first meeting with her as new student there was not normal thing in my feeling. Felling of different about her and when together her.

After several week, I had a feeling. I don’t know what feeling si it..? it’s made me fall apart, yeah this is strange feeling my ever have. There is a not normal thing and it was very troubling my mind though I’m happy if feel it. A someone is… she always fill my mind. I don’t know, why does she fill my mind. I asked my heart, is this feeling of love?.

Ya Allah, it’s Complex Love system.. apologize for all of my faults, I have been remiss in maintaining the view. This love is a complex system which really not simple. I was reminded of ayah of Al-Qur’an which reads Baca lebih lanjut